slempang timbul bunga2
d-untari blog
kreasi rajut cantik
Tuesday, August 23, 2011
Thursday, May 6, 2010
Kangeeennn.....
Dah lama banger neh ga update my blog. Banyak banget yang pengin ditulis. Tapi bingung mulai dari mana?! Kapan2 deh, kumpulin bahan2 dulu biar banyak.....
Sepenggal Doa Untukmu
Robb,...
Aku datang pada Mu dengan penuh kepasrahan
Ketika dihadapkan kepada pilihan terberat
Robb,...
Beri ketetapan hati untukku
Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat
Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku
Tapi hati yang telah kau lihat sampai menembus relung kalbunya...
Alloh yang Maha Kuasa,
Maha melihat masa depan,
Maha mengetahui yang akan terjadi
Engkau jua yang mengetahui keinginan terdalam hatiku
Ya Alloh,...
Jika mendambanya adalah kesalahan
dan merindunya adalah kekeliruan
Tolong jangan biarkan hati ini terbuai dalam keindahan fatamorgana semu...
Jika kesempurnaannya bukan untukku...
Tolong bawa jauh dari relung hati...
Hapuskan khayalan keindahan tentangnya
dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya...
Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia
Tapi Tuhan,...
Jika kesempurnaanku adalah bersamanya v Beri aku kekuatan menentukan pilihan
Beri aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya v Jika dia memang untukku...
Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu............
Smoga kau ridhoi kami untuk bersatu
Mengarungi sisa umur...
Menapaki jalan kearah Mu...
Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami...
Tolong beri kesabaran yang penuh...
dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan...
Amien......
Doa ini untuk seseorang yang telah mengingatkan tentang kekuasaan-Nya, menjadikan aku kembali merindukan cinta-Nya.
Terimakasih atas semua yg pernah kita lalui.....
Smoga Alloh slalu membimbing & membahagiakan mu... Amien
(www.dudung.net)
Aku datang pada Mu dengan penuh kepasrahan
Ketika dihadapkan kepada pilihan terberat
Robb,...
Beri ketetapan hati untukku
Hati yang terbaik yang sama-sama kita lihat
Hati yang bukan saja menyejukkan dalam pandanganku
Tapi hati yang telah kau lihat sampai menembus relung kalbunya...
Alloh yang Maha Kuasa,
Maha melihat masa depan,
Maha mengetahui yang akan terjadi
Engkau jua yang mengetahui keinginan terdalam hatiku
Ya Alloh,...
Jika mendambanya adalah kesalahan
dan merindunya adalah kekeliruan
Tolong jangan biarkan hati ini terbuai dalam keindahan fatamorgana semu...
Jika kesempurnaannya bukan untukku...
Tolong bawa jauh dari relung hati...
Hapuskan khayalan keindahan tentangnya
dan jangan biarkan aku terlena dalam keindahannya...
Gantikan aku dengan kesempurnaan yang sebenarnya untuk dia
Tapi Tuhan,...
Jika kesempurnaanku adalah bersamanya v Beri aku kekuatan menentukan pilihan
Beri aku kesabaran dalam menjalani proses menggapainya v Jika dia memang untukku...
Jangan biarkan aku menyerah & terpuruk dalam belenggu masa lalu............
Smoga kau ridhoi kami untuk bersatu
Mengarungi sisa umur...
Menapaki jalan kearah Mu...
Dan melukis keindahan untuk dunia dan akhirat kami...
Tolong beri kesabaran yang penuh...
dalam melalui detik-detik waktu yang berjalan...
Amien......
Doa ini untuk seseorang yang telah mengingatkan tentang kekuasaan-Nya, menjadikan aku kembali merindukan cinta-Nya.
Terimakasih atas semua yg pernah kita lalui.....
Smoga Alloh slalu membimbing & membahagiakan mu... Amien
(www.dudung.net)
Friday, November 20, 2009
Anda Jenuh di Tempat Kerja ?
ANDA merasa jenuh bekerja? Ingin keluar dari tempat kerja Anda sekarang? Atau ingin berganti profesi? Pernyataan-pernyataan di bawah ini adalah indikator padamnya gairah kerja seseorang. Dan hampir setiap orang pernah mengalami perasaan-perasaan seperti itu dalam perjalanan karier mereka. Bagaimana dengan Anda?
Walau awalnya semangat, pekerjaan rutin kerap membuat kita bosan. Bila kebosanan tak segera diatasi maka profesionalitas kerja pun jadi korban.
Berikut ini beberapa tips mengatasi jenuh kerja :
1. Tuliskan tugas sehari-hari anda
2. Minta lebih banyak tugas
3. Menjadi panitia kegiatan yang dilakukan perusahaan
4. Menambahkan nilai pada pekerjaan anda
5. Ambil inisiatif dan mulailah proyek baru
6. Berpikirlah positif
7. Cobalah Istirahat
Pergunakan waktu ekstra anda secara bijaksana, untuk menciptakan jaringan kerja dan memperbaiki harapan karir anda.
Walau awalnya semangat, pekerjaan rutin kerap membuat kita bosan. Bila kebosanan tak segera diatasi maka profesionalitas kerja pun jadi korban.
Berikut ini beberapa tips mengatasi jenuh kerja :
1. Tuliskan tugas sehari-hari anda
2. Minta lebih banyak tugas
3. Menjadi panitia kegiatan yang dilakukan perusahaan
4. Menambahkan nilai pada pekerjaan anda
5. Ambil inisiatif dan mulailah proyek baru
6. Berpikirlah positif
7. Cobalah Istirahat
Pergunakan waktu ekstra anda secara bijaksana, untuk menciptakan jaringan kerja dan memperbaiki harapan karir anda.
Monday, November 16, 2009
केबेर्हसिलन यंग तेर्तुन्दा...
"Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda..."
KEGAGALAN adalah keberhasilan yang tertunda, begitu nasihat yang sering kali diucapkan seseorang kepada rekannya yang sedang mengalami kegagalan. Maksud penyampaian nasihat ini tentu untuk memberikan semangat bahwa kegagalan bukanlah kiamat atau akhir dari segalanya.
Kegagalan bukan berarti kita bodoh, namun berarti kita memiliki banyak keyakinan...Kegagalan bukan berarti kita lemah, namun kita kurang sempurna...Kegagalan bukan Tuhan tidak memberkati, namun Tuhan memiliki rencana lain..sebab DIA Maha Tahu yang terbaik....
Penyebab Kegagalan
Jika kita menelusuri penyebab kegagalan, maka kita dapat menggolongkan penyebab tersebut dalam dua golongan besar, yakni kegagalan karena faktor internal dan kegagalan karena faktor eksternal.
Kegagalan karena faktor internal adalah kegagalan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Kegagalan yang diakibatkan oleh faktor-faktor luar, misalnya gangguan orang lain, kemampuan orang lain yang lebih baik dari kemampuan kita, kecurangan orang lain, atau nasib yang telah ditetapkan oleh Tuhan kepada kita.
Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan pada saat kita menghadapi kegagalan:
1. Pasrah kepada Tuhan
2. Ambil Hikmah
- Kegagalan menciptakan pilihan-pilihan baru
- Kegagalan melatih kesabaran anda
- Kegagalan merupakan sumber dari kreatifitas
- Kegagalan akan mengoptimalkan potensi anda
3. Istirahat
4. Bertanya dan Evaluasi
5. Memulai kegiatan baru
Jika anda hanya mengharapkan sebuah hasil yang instan, apapun itu, nasib anda akan seperti pohon bambu yang tidak memiliki akar yang kuat. Sedikit goncangan saja, anda akan jatuh begitu kerasnya.
Jadi sekali lagi bersyukurlah dengan segala kemalangan dan kegagalan anda, anda akan memperoleh kekuatan karenanya.
Kita harus mencoba untuk belajar dari kegagalan, kemudian melakukan koreksi dan mecoba memperbaikinya untuk meraih keberhasilan.
Ada dua kesempatan yang dapat kita lakukan. Pertama adalah tujuan baru dengan cara lama atau tujuan lama dengan cara baru. Kedua, tujuan baru dengan cara yang baru.
”There is no security in this earth, there is only opportunity”
KEGAGALAN adalah keberhasilan yang tertunda, begitu nasihat yang sering kali diucapkan seseorang kepada rekannya yang sedang mengalami kegagalan. Maksud penyampaian nasihat ini tentu untuk memberikan semangat bahwa kegagalan bukanlah kiamat atau akhir dari segalanya.
Kegagalan bukan berarti kita bodoh, namun berarti kita memiliki banyak keyakinan...Kegagalan bukan berarti kita lemah, namun kita kurang sempurna...Kegagalan bukan Tuhan tidak memberkati, namun Tuhan memiliki rencana lain..sebab DIA Maha Tahu yang terbaik....
Penyebab Kegagalan
Jika kita menelusuri penyebab kegagalan, maka kita dapat menggolongkan penyebab tersebut dalam dua golongan besar, yakni kegagalan karena faktor internal dan kegagalan karena faktor eksternal.
Kegagalan karena faktor internal adalah kegagalan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Kegagalan yang diakibatkan oleh faktor-faktor luar, misalnya gangguan orang lain, kemampuan orang lain yang lebih baik dari kemampuan kita, kecurangan orang lain, atau nasib yang telah ditetapkan oleh Tuhan kepada kita.
Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan pada saat kita menghadapi kegagalan:
1. Pasrah kepada Tuhan
2. Ambil Hikmah
- Kegagalan menciptakan pilihan-pilihan baru
- Kegagalan melatih kesabaran anda
- Kegagalan merupakan sumber dari kreatifitas
- Kegagalan akan mengoptimalkan potensi anda
3. Istirahat
4. Bertanya dan Evaluasi
5. Memulai kegiatan baru
Jika anda hanya mengharapkan sebuah hasil yang instan, apapun itu, nasib anda akan seperti pohon bambu yang tidak memiliki akar yang kuat. Sedikit goncangan saja, anda akan jatuh begitu kerasnya.
Jadi sekali lagi bersyukurlah dengan segala kemalangan dan kegagalan anda, anda akan memperoleh kekuatan karenanya.
Kita harus mencoba untuk belajar dari kegagalan, kemudian melakukan koreksi dan mecoba memperbaikinya untuk meraih keberhasilan.
Ada dua kesempatan yang dapat kita lakukan. Pertama adalah tujuan baru dengan cara lama atau tujuan lama dengan cara baru. Kedua, tujuan baru dengan cara yang baru.
”There is no security in this earth, there is only opportunity”
Saturday, November 7, 2009
Coba-coba....
Assalamualaikum...
Salam kenal buat smua pembaca blog saya. Teman-teman tercinta, saya masih sangat awam dlm dunia blogging, oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari kalian smua..
Smoga blog yg saya buat bisa bermanfaat untuk smua..
Terima kasih.
Wassalamualaikum...
Salam kenal buat smua pembaca blog saya. Teman-teman tercinta, saya masih sangat awam dlm dunia blogging, oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari kalian smua..
Smoga blog yg saya buat bisa bermanfaat untuk smua..
Terima kasih.
Wassalamualaikum...
Thursday, November 5, 2009
Pilih "Kolam Besar" atau "Kolam Kecil"?
Ada yang bilang, perusahaan bisa diibaratkan sebagai kolam dan karyawan adalah ikannya. Asumsinya, makin besar ikan makin besar wewenang dan kekuasaannya. Dalam meniti karir, kita bisa memilih, mau jadi ikan besar di kolam kecil atau jadi ikan kecil di kolam besar. Atau mungkin jadi ikan besar di kolam besar dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.
Yang pasti setiap pilihan memiliki tuntutan dan konsekuensinya masing-masing. Sebelum Anda menentukan pilihan, mungkin telaah berikut ini bisa dijadikan pertimbangan:
Gengsi Ikut Terangkat
Bila Anda bekerja di perusahaan besar yang sudah sangat mapan, maka berita baiknya di mata “pasar” gengsi dan nilai Anda juga ikut terangkat. Anda bisa memperkenalkan jabatan Anda dengan percaya diri. Begitu juga dalam melakukan negosiasi dengan pihak luar (pemasok, mitra dll) bargaining power Anda juga otomatis lebih tinggi dibandingkan bila Anda bekerja di perusahaan kecil.
Anda juga bisa berharap, mungkin suatu hari nanti Anda akan dibajak oleh perusahaan lain, atau paling tidak, Anda tidak akan terlalu sulit mencari pekerjaan di tempat lain setelah keluar dari perusahaan tersebut. Sayangnya, gengsi ini kadang tidak sejalan dengan gaji Anda. Bisa jadi setelah Anda tengok kanan-kiri, Anda yang telah bekerja sekian tahun di perusahaan besar ternyata mendapat gaji jauh lebih kecil daripada teman Anda yang bekerja di perusahaan kecil dengan jabatan serupa. Bila ini menjadi masalah, boleh saja Anda menjajaki peluang menjadi ikan besar di kolam kecil. Cari saat yang tepat dan perusahaan yang tepat, coba melamar untuk posisi yang lebih tinggi dengan meminta gaji lebih tinggi.
Sistem dan Prosedur Yang Standar
Perusahaan-perusahaan besar yang mapan biasanya telah menerapkan sistem dan prosedur (sisdur) standar yang baku dan teruji. Yang positif dari hal ini adalah bahwa hak, kewajiban dan tugas-tugas masing-masing karyawan sudah jelas. Anda tinggal menjalani saja dan tidak dituntut untuk menciptakan sisdur baru yang perlu trial dan error lagi. Demikian pula paket kompensasi (gaji, tunjangan dan jaminan lainnya) biasanya sudah terstruktur dengan baik dan dibuat mengikuti ketetapan pemerintah. Bila ini adalah tempat bekerja Anda yang pertama, maka Anda bisa belajar mengenali sisdur di berbagai departemen secara garis besarnya.
Negatifnya, dalam hal ini kerapkali sulit untuk mempelopori suatu perubahan. Bila Anda adalah seorang yang sangat kreatif dan berani mengambil terobosan-terobosan baru, rasanya Anda tidak akan terlalu diakomodir di perusahaan semacam ini, kecuali Anda berada di posisi puncak.
Spesialisasi, Mutasi dan Promosi
Di perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang mencapai ratusan atau mungkin ribuan, masing-masing karyawan biasanya lebih diarahkan untuk menjadi spesialis sebagai lawan dari menjadi “si serabutan” bila Anda bekerja di perusahaan kecil. Di perusahaan besar, Anda bisa menjadi sangat trampil di satu bidang tertentu setelah bekerja beberapa tahun. Sementara di perusahaan kecil, kadang Anda dituntut untuk menangani beberapa jenis pekerjaan sehingga Anda bisa trampil dalam beberapa bidang sekaligus, bila Anda memang mau belajar banyak hal.
Di perusahaan kecil, persaingan untuk mendapatkan promosi atau naik jabatan, relatif lebih mudah. Si good performer akan mudah terlihat, sehingga jalan untuk dipromosikan lebih lapang. Di perusahaan besar, lebih berat karena jumlah pesaing lebih banyak dan kadang juga sulit bagi Anda untuk bisa terlihat. Bisa jadi Anda sudah menelurkan banyak prestasi, tetapi tetap tidak terlihat oleh atasan-atasan Anda. Persaingan ketat biasanya berarti kecenderungan untuk terjadinya permainan politik di kantor juga meningkat, sehingga mungkin Anda sulit naik jabatan karena memang ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Anda mendapatkan promosi. Banyak yang bilang, untuk menjadi ikan besar di kolam besar, kompetensi saja mungkin tidak cukup, tetapi dibutuhkan juga suatu kematangan berpolitik.
Di perusahaan besar, terbuka peluang untuk mutasi ke bagian lain, baik yang diinginkan atau tidak. Bila Anda tidak perform di suatu departemen, entah karena salah penempatan atau lainnya, Anda mungkin akan dipindahkan ke departemen lain yang lebih sesuai dengan kompetensi Anda. Atau bila karir Anda sudah mentok di departemen terentu karena bos Anda juga tidak bergeming di posisinya, padahal prestasi Anda diakui, maka mungkin masih terbuka peluang bagi Anda untuk dimutasi sekaligus promosi ke jenjang lebih tinggi di departemen lain. Sedangkan di perusahaan kecil, karena organisasinya memang sederhana, Anda tidak punya banyak pilihan.
Last but not least, tahukah Anda apa yang paling menggairahkan dengan menjadi ikan besar di kolam kecil? Tantangan untuk mengubah kolam kecil menjadi kolam besar! Jadi, pilihan mana yang lebih baik? Kolam besar atau kolam kecil? Cuma Anda sendiri yang bisa memutuskan berdasarkan analisis terhadap kondisi dan segala atribut yang Anda miliki saat ini...
Yang pasti setiap pilihan memiliki tuntutan dan konsekuensinya masing-masing. Sebelum Anda menentukan pilihan, mungkin telaah berikut ini bisa dijadikan pertimbangan:
Gengsi Ikut Terangkat
Bila Anda bekerja di perusahaan besar yang sudah sangat mapan, maka berita baiknya di mata “pasar” gengsi dan nilai Anda juga ikut terangkat. Anda bisa memperkenalkan jabatan Anda dengan percaya diri. Begitu juga dalam melakukan negosiasi dengan pihak luar (pemasok, mitra dll) bargaining power Anda juga otomatis lebih tinggi dibandingkan bila Anda bekerja di perusahaan kecil.
Anda juga bisa berharap, mungkin suatu hari nanti Anda akan dibajak oleh perusahaan lain, atau paling tidak, Anda tidak akan terlalu sulit mencari pekerjaan di tempat lain setelah keluar dari perusahaan tersebut. Sayangnya, gengsi ini kadang tidak sejalan dengan gaji Anda. Bisa jadi setelah Anda tengok kanan-kiri, Anda yang telah bekerja sekian tahun di perusahaan besar ternyata mendapat gaji jauh lebih kecil daripada teman Anda yang bekerja di perusahaan kecil dengan jabatan serupa. Bila ini menjadi masalah, boleh saja Anda menjajaki peluang menjadi ikan besar di kolam kecil. Cari saat yang tepat dan perusahaan yang tepat, coba melamar untuk posisi yang lebih tinggi dengan meminta gaji lebih tinggi.
Sistem dan Prosedur Yang Standar
Perusahaan-perusahaan besar yang mapan biasanya telah menerapkan sistem dan prosedur (sisdur) standar yang baku dan teruji. Yang positif dari hal ini adalah bahwa hak, kewajiban dan tugas-tugas masing-masing karyawan sudah jelas. Anda tinggal menjalani saja dan tidak dituntut untuk menciptakan sisdur baru yang perlu trial dan error lagi. Demikian pula paket kompensasi (gaji, tunjangan dan jaminan lainnya) biasanya sudah terstruktur dengan baik dan dibuat mengikuti ketetapan pemerintah. Bila ini adalah tempat bekerja Anda yang pertama, maka Anda bisa belajar mengenali sisdur di berbagai departemen secara garis besarnya.
Negatifnya, dalam hal ini kerapkali sulit untuk mempelopori suatu perubahan. Bila Anda adalah seorang yang sangat kreatif dan berani mengambil terobosan-terobosan baru, rasanya Anda tidak akan terlalu diakomodir di perusahaan semacam ini, kecuali Anda berada di posisi puncak.
Spesialisasi, Mutasi dan Promosi
Di perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang mencapai ratusan atau mungkin ribuan, masing-masing karyawan biasanya lebih diarahkan untuk menjadi spesialis sebagai lawan dari menjadi “si serabutan” bila Anda bekerja di perusahaan kecil. Di perusahaan besar, Anda bisa menjadi sangat trampil di satu bidang tertentu setelah bekerja beberapa tahun. Sementara di perusahaan kecil, kadang Anda dituntut untuk menangani beberapa jenis pekerjaan sehingga Anda bisa trampil dalam beberapa bidang sekaligus, bila Anda memang mau belajar banyak hal.
Di perusahaan kecil, persaingan untuk mendapatkan promosi atau naik jabatan, relatif lebih mudah. Si good performer akan mudah terlihat, sehingga jalan untuk dipromosikan lebih lapang. Di perusahaan besar, lebih berat karena jumlah pesaing lebih banyak dan kadang juga sulit bagi Anda untuk bisa terlihat. Bisa jadi Anda sudah menelurkan banyak prestasi, tetapi tetap tidak terlihat oleh atasan-atasan Anda. Persaingan ketat biasanya berarti kecenderungan untuk terjadinya permainan politik di kantor juga meningkat, sehingga mungkin Anda sulit naik jabatan karena memang ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Anda mendapatkan promosi. Banyak yang bilang, untuk menjadi ikan besar di kolam besar, kompetensi saja mungkin tidak cukup, tetapi dibutuhkan juga suatu kematangan berpolitik.
Di perusahaan besar, terbuka peluang untuk mutasi ke bagian lain, baik yang diinginkan atau tidak. Bila Anda tidak perform di suatu departemen, entah karena salah penempatan atau lainnya, Anda mungkin akan dipindahkan ke departemen lain yang lebih sesuai dengan kompetensi Anda. Atau bila karir Anda sudah mentok di departemen terentu karena bos Anda juga tidak bergeming di posisinya, padahal prestasi Anda diakui, maka mungkin masih terbuka peluang bagi Anda untuk dimutasi sekaligus promosi ke jenjang lebih tinggi di departemen lain. Sedangkan di perusahaan kecil, karena organisasinya memang sederhana, Anda tidak punya banyak pilihan.
Last but not least, tahukah Anda apa yang paling menggairahkan dengan menjadi ikan besar di kolam kecil? Tantangan untuk mengubah kolam kecil menjadi kolam besar! Jadi, pilihan mana yang lebih baik? Kolam besar atau kolam kecil? Cuma Anda sendiri yang bisa memutuskan berdasarkan analisis terhadap kondisi dan segala atribut yang Anda miliki saat ini...
Dapat Tawaran Kerja? Tangani Dengan Santun dan Kritis
Saya yakin sebagian besar diantara Anda pernah menerima email notifikasi yang menyatakan bahwa resume Anda telah dipelajari oleh perusahaan tertentu. Jadi mungkin sebagian besar dari Anda, pernah atau sering mendapatkan panggilan wawancara walaupun tidak merasa melamar.
Kita juga kerap mendengar keluhan tentang perilaku anggota Pencari Karir yang dinilai kurang simpatik ketika menerima tawaran pekerjaan baru. Bagaimana menghindari cap buruk tersebut demi kepentingan semua pihak yang terlibat di karir.com? Ada baiknya Anda simak poin-poin berikut ini:
DISARANKAN
1. Ajukan pertanyaan
Untuk menghindari penipuan atau hal-hal negatif lainnya, sewaktu menerima kontak telepon pertama, ajukan pertanyaan menyangkut identitas perusahaan. Misalnya:
- nama perusahaan dan jenis industri
- dari mana mereka mendapatkan data Anda
- alamat dan nomor telepon perusahaan
- nama dan posisi si penelepon
- posisi yang ditawarkan dan gambaran singkat mengenai pekerjaan yang
akan ditangani
2. Ungkapkan dengan jelas sejauh mana Anda meminati tawaran tersebut
- Bila Anda sama sekali tidak berminat pindah kerja, tolak tawaran dengan
santun sambil mengucapkan terima kasih dan mengajukan alasan yang
masuk di akal.
- Bila Anda ragu-ragu, minta waktu untuk memikirkan tawaran tersebut
dengan memberi batas waktu yang jelas; kapan dan melalui apa Anda
akan memberi kabar.
- Bila Anda berminat menjajakinya, tanyakan langkah selanjutnya yang
harus Anda lakukan.
3. Langkah selanjutnya
- Ketika menghadiri wawancara
Pelajari dengan seksama budaya kerja di perusahaan yang memberi tawaran. Ajukan pertanyaan mendetil tentang berbagai hal menyangkut pekerjaan yang ditawarkan
: struktur organisasi, cara pengambilan keputusan di departemen yang bersangkutan, pola interaksi dengan atasan dan antar karyawan, bagaimana prestasi Anda akan dinilai, seberapa besar beban pekerjaan yang akan ditangani, keharusan kerja lembur atau tugas ke luar kota, dan sebagainya.
- Pertimbangkan dengan seksama sebelum memutuskan
Budaya kerja perlu dipelajari karena prestasi seseorang di tempat kerja bukan hanya ditentukan oleh faktor internal individu yang bersangkutan. Analogi berikut ini mungkin tepat untuk menggambarkan situasi yang ada:
“benih yang baik belum tentu tumbuh subur dan berbuah bila ditanam di sembarang lahan”. Sebaliknya “lahan yang subur belum tentu cocok untuk semua jenis tanaman”. Jadi ada kemungkinan, Anda yang begitu cemerlang di kantor lama, tidak bisa menunjukkan prestasi apa-apa di kantor baru.
JANGAN LAKUKAN
1. Langsung datang tanpa mengetahui dengan jelas identitas perusahaan dan posisi
yang ditawarkan.
2. Menggantung jawaban, memberi harapan tanpa ketegasan dan batas waktu,
menjanjikan untuk datang atau mengirim resume lengkap tetapi kemudian
mengingkarinya tanpa kabar dan alasan yang jelas.
3. Menanyakan gaji dan atau mengajukan permintaan gaji pada kontak telepon
pertama.
4. Terburu nafsu, cepat silau oleh tawaran gaji yang besar atau merasa sudah pasti
diterima.
5. Merasa diri hebat, menilai diri terlalu tinggi sehingga mengajukan gaji dan
paket kompensasi yang jauh di atas pasaran atau kurang masuk akal.
Last but not least, ketahuilah bahwa perusahaan dan pencari kerja sebetulnya berada pada posisi yang setara dan saling membutuhkan. Jangan mengemis pekerjaan, tetapi juga jangan menganggap perusahaan sedang mengemis pada Anda. Selamat “diburu” dan “berburu” karir!
Kita juga kerap mendengar keluhan tentang perilaku anggota Pencari Karir yang dinilai kurang simpatik ketika menerima tawaran pekerjaan baru. Bagaimana menghindari cap buruk tersebut demi kepentingan semua pihak yang terlibat di karir.com? Ada baiknya Anda simak poin-poin berikut ini:
DISARANKAN
1. Ajukan pertanyaan
Untuk menghindari penipuan atau hal-hal negatif lainnya, sewaktu menerima kontak telepon pertama, ajukan pertanyaan menyangkut identitas perusahaan. Misalnya:
- nama perusahaan dan jenis industri
- dari mana mereka mendapatkan data Anda
- alamat dan nomor telepon perusahaan
- nama dan posisi si penelepon
- posisi yang ditawarkan dan gambaran singkat mengenai pekerjaan yang
akan ditangani
2. Ungkapkan dengan jelas sejauh mana Anda meminati tawaran tersebut
- Bila Anda sama sekali tidak berminat pindah kerja, tolak tawaran dengan
santun sambil mengucapkan terima kasih dan mengajukan alasan yang
masuk di akal.
- Bila Anda ragu-ragu, minta waktu untuk memikirkan tawaran tersebut
dengan memberi batas waktu yang jelas; kapan dan melalui apa Anda
akan memberi kabar.
- Bila Anda berminat menjajakinya, tanyakan langkah selanjutnya yang
harus Anda lakukan.
3. Langkah selanjutnya
- Ketika menghadiri wawancara
Pelajari dengan seksama budaya kerja di perusahaan yang memberi tawaran. Ajukan pertanyaan mendetil tentang berbagai hal menyangkut pekerjaan yang ditawarkan
: struktur organisasi, cara pengambilan keputusan di departemen yang bersangkutan, pola interaksi dengan atasan dan antar karyawan, bagaimana prestasi Anda akan dinilai, seberapa besar beban pekerjaan yang akan ditangani, keharusan kerja lembur atau tugas ke luar kota, dan sebagainya.
- Pertimbangkan dengan seksama sebelum memutuskan
Budaya kerja perlu dipelajari karena prestasi seseorang di tempat kerja bukan hanya ditentukan oleh faktor internal individu yang bersangkutan. Analogi berikut ini mungkin tepat untuk menggambarkan situasi yang ada:
“benih yang baik belum tentu tumbuh subur dan berbuah bila ditanam di sembarang lahan”. Sebaliknya “lahan yang subur belum tentu cocok untuk semua jenis tanaman”. Jadi ada kemungkinan, Anda yang begitu cemerlang di kantor lama, tidak bisa menunjukkan prestasi apa-apa di kantor baru.
JANGAN LAKUKAN
1. Langsung datang tanpa mengetahui dengan jelas identitas perusahaan dan posisi
yang ditawarkan.
2. Menggantung jawaban, memberi harapan tanpa ketegasan dan batas waktu,
menjanjikan untuk datang atau mengirim resume lengkap tetapi kemudian
mengingkarinya tanpa kabar dan alasan yang jelas.
3. Menanyakan gaji dan atau mengajukan permintaan gaji pada kontak telepon
pertama.
4. Terburu nafsu, cepat silau oleh tawaran gaji yang besar atau merasa sudah pasti
diterima.
5. Merasa diri hebat, menilai diri terlalu tinggi sehingga mengajukan gaji dan
paket kompensasi yang jauh di atas pasaran atau kurang masuk akal.
Last but not least, ketahuilah bahwa perusahaan dan pencari kerja sebetulnya berada pada posisi yang setara dan saling membutuhkan. Jangan mengemis pekerjaan, tetapi juga jangan menganggap perusahaan sedang mengemis pada Anda. Selamat “diburu” dan “berburu” karir!
Subscribe to:
Posts (Atom)

